Pengenalan Kata Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) Menggunakan Augmented Reality (AR)

Main Article Content

Meliana Dewi
Tenia Wahyuningrum
Novian Adi Prasetyo

Abstract

Tunarungu merupakan anak berkebutuhan khusus yang mengalami hambatan dalam mendengar serta sulitnya komunikasi secara verbal, Ketidakmampuan penyandang tunarungu berkomunikasi mempengaruhi pengembangan bahasa dan menimbulkan sulitnya mendapatkan informasi. Oleh karena itu, diperlukan alat komunikasi bagi penyandang tunarungu yang dapat dipelajari sehingga, tidak ada kesalahan dalam berkomunikasi dan mendapatkan informasi. Peneliti membuat aplikasi dengan konten pendidikan untuk menciptakan media ajar yang dapat digunakan penyandang tunarungu atau orang normal mempelajari bahasa isyarat, menggunakan Augmented Reality (AR) sebagai media tambahan dalam pengembangan aplikasi serta menambahkan metode Agile Development dalam tahap perancangan sistem. Pengujian fungsionalitas dilakukan pada setiap kasus yang uji di masing-masing kebutuhan fungsionalitas. Hasil dari pengujian usability, menggunakan kuesioner System Usability Scale (SUS) disebarkan kepada responden pengguna aplikasi SiLuAR memperoleh hasil uji normalitas lebih dari 0,05 sehingga aplikasi ber distribusi normal. Pengujian kepuasan pengguna mendapatkan nilai kurang dari 74 yang dibuktikan saat pengujian One-Sample T-Test artinya pengguna merasa kurang puas atas aplikasi. Pembelajaran bahasa isyarat ini menggunakan buku Belajar Bahasa Isyarat untuk Anak Tunarungu Dasar (BISINDO) Bahasa Isyarat Indonesia.

Article Details

How to Cite
Dewi, M., Wahyuningrum, T., & Prasetyo, N. (2021). Pengenalan Kata Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) Menggunakan Augmented Reality (AR). Journal of Informatics Information System Software Engineering and Applications (INISTA), 3(2), 53-60. https://doi.org/10.20895/inista.v3i2.256
Section
Articles

References

[1] F. KS, “Komunikasi Total Sebagai Model Komunikasi Pada Anak Tunarungu,” eJournal Ilmu Komunikasi , vol. 2, p. 214, 2014.
[2] Sulastri, “Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Melalui Metode Komunikasi Total Bagi Anak Tunarungu Kelas II Di SLB Kartini Batam,” Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus, vol. 1, no. http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu, p. 210, 2013.
[3] D. R. Desiningrum, PSIKOLOGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS, 1 penyunt., Yogyakarta: Psikosain, 2016.
[4] D. Nincarean, M. B. Ali, N. D. A. Halim dan M. H. A. Rahman, “Mobile Augmented Reality: the potential for education,” Procedia - Social and Behavioral Sciences, p. 660, 2013.
[5] R. A. Mursita, “Respon Tunarungu Terhadap Penggunaan Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI) Dan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) Dalam Komunikasi,” Inklusi, vol. II, no. 2, p. 228, 2015.
[6] A. Annisa, N. Hiron dan M. A. K. Anshary, “Rancang Bangun Aplikasi Konversi Bahasa Isyarat Ke Abjad dan Angka Berbasis Augmented Reality Dengan Teknik 3D Object Tracking,” Jurnal Online Informatika, vol. 2, no. 1, pp. 25-29, 2017.
[7] M. B. M. Al Hakim, H. Tolle dan A. P. Kharisma, “Pengembangan Aplikasi Pelatihan Bahasa Pada Tunarungu Menggunakan Google Speech Berbasis Android,” Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 3, no. 2, pp. 1125-1234, 2019.
[8] N. D. Hapsari, A. J. Toenlioe dan Y. Soepriyanto, “Pengembangan Augmented Reality Video Sebagai Suplemen Pada Modul Bahasa Isyarat,” Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, pp. 185-194, 2018.
[9] J. R. Lewis, The System Usability Scale: Past, Present, and Future, IBM Corporation, Armonk, New York, USA: International Journal of Human–Computer Interaction, 2018.

Most read articles by the same author(s)