PENDIDIKAN MANGROVE MELALUI ENVIRONMENTAL GRAPHIC DESIGN PENATAAN INFORMASI LINGKUNGAN DI PULAU BURUNG, SUBANG
Main Article Content
Abstract
Hutan mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung pantai, habitat keanekaragaman hayati, serta penyerapan karbon. Namun Kesadaran masyarakat terhadap konservasi mangrove di Indonesia masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk merancang sistem pendidikan mangrove berbasis Environmental Graphic Design (EGD) di Pulau Burung, Subang. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain eksploratif berbasis lingkungan melalui observasi lapangan pada lima ruang pendidikan dan wawancara semi-struktur dengan pemangku kepentingan lokal. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi dan pola komunikasi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan sistem EGD yang mencakup hierarki informasi, jalur pembelajaran, serta media interpretatif yang menghubungkan antar ruang edukasi. Sistem ini menggabungkan peta bergambar, modul pembelajaran, dan penanda habitat sebagai media komunikasi lingkungan berbasis luar ruang. Kerangka EGD sebagai sistem struktur informasi yang mengintegrasi desain visual, narasi lokal, dan pengalaman spasial untuk mendukung pembelajaran ekologi. Temuan ini menunjukkan EGD berpotensi menjadi pendekatan strategis dalam menjembatani pengetahuan ilmiah dan kearifan lokal, serta dapat direplikasi dalam pengembangan fasilitas pendidikan mangrove di wilaayh pesisir.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Gonzalez, A., Martínez, M., & Ramírez, L. (2021). The role of environmental graphic design in sustainable education. International Journal of Design Studies, 35(4), 45–61.
Paths for All, & Scottish Natural Heritage. (2010). Signage guidance for outdoor access: A guide to good practice. Paths for All.
Puspitaloka, D., Purnomo, H., Majid, R. G., Kusumadewi, S. D., Ilham, Q. P., Hapsari, F. A., & Nadhira, S. (2025). Advancing sustainable mangrove restoration: A community-driven edu-ecotourism business model in Banyuasin. Media Konservasi, 30(2), 334–343.
Si, M., Mayarni, Syahza, A., Siregar, S. H., Khoiri, M. A., Nasution, M. S., Sulistiyani, A., & Hariyani, E. (2023). Tata kelola kawasan mangrove terintegrasi dalam perspektif governance di Indonesia. SIP Publishing. https://www.researchgate.net/publication/367292019_Tata_Kelola_Kawasan_Mangrove_Terintegrasi_Dalam_Perspektif_Governance_di_Indonesia
Sitthi, A., Pimple, U., Piponiot, C., & Gond, V. (2025). Assessing the effectiveness of mangrove rehabilitation using above-ground biomass and structural diversity. Scientific Reports, 15(1), Article 7839. https://doi.org/10.1038/s41598-025-92514-7
Surayya, Q., Kusmana, C., & Sundawati, L. (2020). Partisipasi masyarakat dalam rehabilitasi hutan mangrove di Kecamatan Cantigi, Indramayu. Jurnal Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan, 10(2), 45–57.
Van Daele, T., & Janssenswillen, G. (2023). An exploratory approach to understanding cognitive processes in design practice. In G. Forshaw & M. Börekci (Eds.), Design Research in Context: Reflections and Practice (pp. 103–118). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-031-27815-0