Analisis Kelembaban Ruangan ber-AC terhadap Kelembaban Kulit Berbasis Mikrokontroler

Main Article Content

Putri Intan Anggiarti
Irmayatul Hikmah
Sevia Indah Purnama

Abstract

Meningkatnya perubahan iklim di daerah perkotaan yang cenderung semakin panas mendorong meningkatnya penggunaan AC di kalangan masyarakat. Penggunaan AC yang terus menerus dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan kulit salah satunya adalah kulit menjadi kering atau tidak lembab. Untuk mengurangi dampak tersebut tanpa menghentikan penggunaan AC, maka penggunaan humidifier sangat dianjurkan untuk ruangan ber-AC. Pada penelitian ini, digunakan ESP32 yang telah dihubungkan dengan sensor DHT sebagai mikrokontroler yang akan memantau perubahan suhu dan kelembaban ruangan ber-AC dengan humidifier yaitu alat yang berfungsi sebagai pelembab udara dengan cara menyemprotkan uap air ke udara.   Adapun parameter suhu yang digunakan pada ruangan agar kulit tidak kering yaitu 18-22oC . Penelitian ini menggunakan rentan waktu selama 3 hari dalam penggunaan humidifier pada ruangan ber-AC dapat mengatasi kulit kering. Perubahan keadaan kulit menjadi lembab ini ditunjukan dengan pengukuran kadar kelembaban pada kulit yang menggunakan Skin Analyzer yang menunjukan presentase kelembaban kulit 43-46% .  Kulit yang semakin lembab tidak bersisik.

Article Details

How to Cite
Anggiarti, P., Hikmah, I., & Purnama, S. (2022). Analisis Kelembaban Ruangan ber-AC terhadap Kelembaban Kulit Berbasis Mikrokontroler. Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE), 4(2), 80-92. https://doi.org/10.20895/jtece.v4i2.497
Section
Articles